Hello everyone.. Happy new year 2014 yaa! ^^ di post ini, aku mau share renungan kotbah dari ibadah terakhir di tahun 2013 kemarin.. Walaupun udah lewat beberapa hari, tapi gapapa yaa hehe.. Semoga bisa menjadi perenungan di awal tahun ini :D
Tema: Esensi Iman Sejati
Pembicara: Ko Okky Chandra
Nats: Lukas 17: 11-19
Di perikop ini, ada 10orang kusta yang datang menemui Yesus.. Di zaman itu, kusta adalah penyakit yang mengerikan (baca Imamat 13-14), bukan cuma sakit secara fisik, tetapi mereka akan diasingkan (mereka harus menguraikan rambutnya, mengoyak bajunya dan berteriak "najis, najis" supaya orang2 tidak mendekati mereka, mereka harus terpisah dari keluarga mereka n tinggal di kota khusus bagi orang berpenyakit kusta.. Sehingga disaat itu, kusta dianggap sebagai lambang kutukan dari Allah.. Kalo saat ini, mungkin mirip dengan penyakit AIDS..
Dari sini, kita lihat persamaan2 yang ada dari 10orang kusta ini:
Ay 13» kemungkinan mereka sudah pernah dengar berita tentang Yesus yang bisa menyembuhkan penyakit, maka mereka pun sama2 menemui Yesus untuk meminta kesembuhan
Ay 14» Yesus menyuruh mereka semua untuk pergi ke imam ( di kitab Imamat, ada peraturan bahwa JIKA mereka SUDAH SEMBUH, mereka harus datang ke imam untuk diperiksa apakah mereka benar2 sudah bebas dari kusta). Dari sini, kita bisa lihat bahwa mereka mempunyai iman.. Mereka tidak ragu untuk menemui imam walaupun saat itu mereka masih mengidap kusta dan ditengah jalan lah, mereka baru sembuh..
Tetapi, di ay15, ternyata hanya 1orang dari 10orang itu yang kembali dan memuliakan Allah.. Yesus pun memberikan pertanyaan retoris di ay17-18: bukankah 10org tersebut sembuh? Mana 9orang lainnya? Mengapa yang balik malah orang asing si Samaria ini? Dari sini, bisa kita asumsikan bahwa 9orang lainnya adalah orang Yahudi.
Apa yang kita bisa pelajari dari hal ini?
Ujian iman bisa terjadi bukan hanya disaat susah, tetapi disaat hidup mudah n diberkati..
Ada 1 monyet yang sedang asik main diatas pohon.. Lalu angin barat n angin timur berlomba untuk menjatuhkan si monyet dari pohon.. Angin barat mulai duluan, dia tiupkan angin kencang.. Si monyet buru2 memegang pohon dengan erat.. Semakin kencang angin yg dihembuskan, semakin erat dia pegang batang pohon itu sehingga dia tidak jatuh..
Lalu giliran si angin timur.. Angin timur menghembuskan angin sepoi2.. Ketika si monyet menyadari angin kencang sudah berganti dengan angin sepoi2, mulailah dia merasa lega n santai.. Dia mulai kendurkan pegangannya and tidur2an di atas pohon.. Dan saat itulah, dia terjatuh dari pohon..
Seringkali ketika masalah menerjang, kita semakin memohon pada Tuhan, makin banyak doa n makin erat bgantung pada Tuhan.. Tapi ketika Tuhan angkat kita dari masa susah, kita lupa siapa Tuhan.. Kita sering meinta supaya Tuhan lepaskan kita dari masalah, minta kekayaan, kenyamanan, dll.. Tapi ketika hal2 itu diberikan n membuat kita malah jauh dari Tuhan, maka itu bukan lagi jd berkat bagi kita. Maka hati2lah dengan apa yang kita minta.. READ: Amsal 30:8-9
Apa perbedaan antara 1orang Samaria ini dengan 9orang lainnya?
Ada di ay19. Tuhan bilang : imanmu telah menyelamatkan engkau. Artinya, iman yang memberi kselamatan. Ingat, kselamatan itu ada didalam Tuhan Yesus.
So, perbedaannya ada didalam iman.. Iman yang dimiliki 9orang itu hanya berhenti sampai mendapatkan kesembuhan.. Mereka punya iman, tapi iman yang hanya fokus pada berkat saja. Sedangkan iman orang Samaria, tidak berhenti hanya pada ksembuhan, tetapi lewat kesembuhan yang dia terima, dia melihat kepada si Pemberi kesembuhan sehingga dia datang kembali mencari Yesus.. Mencari berkat VS mencari Allah..
Jika ada 1orang yang mencari jodoh dan memasang iklan, dia tulis kriterianya adl wanita yang mempunyai traktor dengan tipe A, dia pasang foto traktornya, spesifikasinya, dll. Bagi wanita yang mempunyai kriteria itu, akan dia nikahi.. Maka kita bisa melihat, sebenarnya apa yang dia cari: istri atau traktor?
Jika ada anak yang cuma cari orang tuanya saat butuh uang saja. Kalau sudah dapat yang dia inginkan, dia lupakan orang tuanya, maka kita bisa lihat apa yang dia utamakan: uang or orang tua nya?
Maka dari sini, mari kita interospeksi diri kita. Apa yang kita cari? Tuhan or berkatNya? Pedulikah kita untuk mengenal Tuhan seperti apa? Or asal kita dapat yang kita mau saja?
1tanda iman yang sejati adalah mengucap syukur (ay15), ucapan syukur yang meluap dari hati.. Ini bisa kita latih dengan belajar lebih peka dengan berkat Tuhan yang tampaknya kecil or udah alamiah.. Misalnya dalam doa makan, apa kita sudah benar2 bersyukur atau berdoa karena kewajiban saja supaya tidak merasa berdosa (sehingga seringkali kita lupa apa kita sudah berdoa atau belum sebelum menyuapkan makanan).. Biarlah berkat hanya menjadi sarana untuk kita makin menyadari kasih Tuhan dan mencari pribadi Tuhan.. Biarlah berkat bukan menjadi yang terutama dalam hidup kita, tapi menikmati hubungan dengan Tuhan lah menjadi kepuasan kita yang terutama.. Gbu ^^
bagus cc sharingnya.. tetap semangat berbagi berkat :D
BalasHapusMakasiii :D
Hapus